Jenis-jenis sensor sidik jari

Posted by Ahmad Zafrullah on June 14, 2017
Fingerprint

fingerprint-readerSecara umum terdapat 2 mode sensor yang banyak digunakan dalam industri, yakni full area fingerprint sensor dan swipe fingerprint sensor. Pada sesor mode full area, seluruh permukaan sidik jari dapat ter-record dalam sekali capture. Sensor mode ini umumnya memiliki luasan permukaan yang cukup besar (seukuran permukaan jari), banyak digunakan pada perangkat dengan dimensi fisik yang cukup besar seperti absesn sekolah, pengaman brankas, dan lain sebagainya.

Sensor mode swipe memiliki ukuran yang relatif kecil, biasanya hanya berbentuk diagonal mendatar. Jenis sensor ini banyak digunakan dalam perangkat yang memiliki ukuran kecil pula. Sensor mode swipe menghasilkan potongan-potongan gambar dari bentuk utuh sidik jari. Satu hal yang membedakan sensor mode full dan swipe adalah sensor swipe memerlukan proses tambahan untuk merekonstruksi potongan-potongan gambar tersebut menjadi gambar utuh.

Sensor kapasitif

capasitive-fingerprint-sensor

Sensor sidik jari model kapasitif secara umum merupakan kombinasi dari rangkaian switch dalam sebuah area. Switch-switch memanfaatkan kulit manusia sebagai bahan penghantar (konduktor). Ridge pada sidik jari berperan sebagai active high (1), sedangkan valley sebagai active low (0). Pengembangan dari sensor kapasitif adalah jenis sensor tekanan (pressure), tekanan yang didapatkan dapat dimanfaatkan untuk men-trigger pembacaan dari sensor.

Sensor optik

optical-fingerprint-sensor

Sensor sidik jari jenis optik menggunakan refleksi cahaya yang diterima oleh photodiode untuk dikonversi menjadi bentuk data digital. Sensor jenis optik relatif murah untuk diproduksi, sehingga sensor jenis optik menjadi sensor yang paling banyak diimplementasikan dalam perangkat elektronik sehari-hari.

Sensor optik mudah terpengaruh oleh lingkungan ketika melakukan record sidik jari, seperti intensitas cahaya dan kondisi sidik jari itu sendiri. Kelemahan lainnya yang dimiliki oleh sensor sidik jari jenis optik adalah sangat memungkinkan untuk melakukan autentikasi menggunakan gambar (cetak) dari sidik jari seseorang. Tapi teknologi saat ini sensor sidik jari jenis optik telah dilengkapi dengan validator yang berfungsi untuk bekerja apabila permukaan sensor mendeteksi kulit manusia yang sesungguhnya.

Sensor panas

Sensor sidik jari jenis thermal mengadopsi konsep pada kamera inframerah, dimana panas pada ridge akan terdeteksi dan valley secara otomatis ditentukan dari sela diantara ridge. Sama halnya dengan sensor jenis optik, sensor jenis thermal juga mudah terpengaruh oleh kondisi dari sidik jari. Pembacaan sidik jari dalam keadaan jari basahdan kering dapat menimbulkan hasil yang berbeda.

Sensor frekuensi

Jenis sensor frekuensi memancarkan sinyal diatas permukaan sensor, menunggu adanya konduktor (ridge) untuk meneruskan sinyal-sinyal tersebut menuju penerima-penerima (receivers) yang berada didalam sensor. Konsepnya mirip dengan kapasitif, penerima-penerima yang ada dalam sensor berfungsi sebagai switch dan dapat membangun gambar digital sesuai kondisi pada koordinat switch.

Sensor ultrasonik

Jenis sensor ultrasonik mirip dengan sensor frekuensi, yakni memanfaatkan ridge untuk menghantarkan frekuensi. Namun perbedaannya ialah sinyalnya dihasilkan pada masing-masing array transducer, sehingga membuat jenis sensor ini cukup mahal. Disisi lain sensor jenis ultrasonik memiliki kelebihan hasil pembacaan sidik jari yang lebih detil, dapat membedakan jari yang sama dalam keadaan yang berbeda (misalnya antara jari asli dan hasil cetak 3D).

Referensi

  1. FAQ – Fingerprint Scanner

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.